Apa itu Tungku Busur Listrik?
Tungku Busur Listrik (Electric Arc Furnace/EAF) menggunakan busur listrik antara elektroda grafit dan muatan logam untuk menghasilkan panas guna peleburan. EAF merupakan bagian penting dari pembuatan baja modern, menyumbang sekitar 25% dari produksi baja global. Tidak seperti tanur tinggi (blast furnace), EAF terutama menggunakan baja bekas sebagai bahan baku, sehingga sangat mudah didaur ulang.
Komponen Desain Utama
Cangkang Tungku
Cangkang silindris, yang biasanya terbuat dari pelat baja tebal, menampung cairan logam cair dan mampu menahan tekanan termal dan mekanis yang ekstrem. Diameter cangkang berkisar antara 2m hingga 10m tergantung pada kapasitasnya.
Sistem Elektroda
Tiga elektroda yang disusun dalam pola segitiga menyalurkan daya ke lelehan. Diameter elektroda berkisar dari 150 mm hingga 700 mm. Konsumsi elektroda rata-rata 1,5-4 kg per ton baja yang diproduksi.
Transformator
Transformator tungku menurunkan tegangan listrik (6-35kV) menjadi tegangan sekunder 100-400V. Daya nominal biasanya berkisar antara 15MVA hingga 150MVA untuk operasi skala besar.
Lapisan Tahan Panas
Bahan tahan api berbahan dasar magnesium melapisi dinding tungku dan perapian. Pembuatan baja konverter oksigen dasar (BOC) menggunakan batu bata magnesit, sedangkan pembuatan baja sekunder menggunakan bahan yang lebih canggih.
Tren Desain EAF Modern
Tungku busur listrik (EAF) masa kini memiliki desain daya ultra tinggi (UHP) dengan tingkat daya melebihi 1000 kVA per ton baja. Pemanasan awal skrap cor, praktik terak berbusa, dan sistem injeksi karbon memaksimalkan efisiensi energi.

